Sejarah Sabung Ayam Di Brunei
Berita Sabung Ayam

Kilas Balik Sejarah Sabung Ayam Di Brunei

Sabung Ayam Online – Kilas Balik Sejarah Sabung Ayam Di Brunei. Dalam sejarah sabung ayam di Brunei, khususnya di kawasan Sungai Brunei terkenal dengan legenda Lumut Lunting dan pulau Pilong Pilongan. Menurut cerita kumpulan pemain Judi Sabung Ayam disana, kedua legenda yang terkenal itu berhubungan erat dengan sejarah Sabung Ayam pada zaman dahulu di Brunei.

Dalam kesempatan ini tim juarasabungayam akan mengulas tentang sejarah sabung ayam tersebut.

Kilas Balik Sejarah Sabung Ayam Di Brunei

Pulau kecil dengan nama Lumut Lunting yang terletak diantara Pulau Sibungur dan Pulau Berambang ini merupakan legenda yang sangat erat kaitannya dengan kisah sabung ayam antara Brunei dengan Majapahit.

Cerita mengenai persabungan ini terdapat dalam Syair Awang Semaun. Legenda ini telah menjadi cerita lisan yang diwariskan secara turun temurun di dalam masyarakat Brunei.

Berdasarkan Syair Awang Semaun diketahui pada masa Brunei dipimpin oleh Awang Alak Betatar, telah datang Batara Majapahit yang bernama Raden Angsuka Dewa untuk mengadakan pertarungan sabung ayam.

Ayam Laga milik Raden Angsuka Dewa yang diberi nama Asmara ini telah menaklukan banyak ayam laga dari negeri-negeri lain. Sementara Mamandangkan di Brunei juga ada seekor ayam laga yang perkasa dengan nama Mutiara milik Awang Senuai yang tak lain adalah anak saudara dari Awang Alak Betatar.

Sebelum pertarungan sabung ayam tersebut diadakan telah disepakati syarat taruhannya yaitu apabila ayam milik Batara Majapahit kalah, maka Baginda akan menyerahkan 40 buah kapal dengan penuh harta didalamnya kepada Raja Brunei. Namun sebaliknya jika ayam milik Awang Senuai yang kalah maka Raja Brunei harus menyerahkan sebagian wilayah kekuasaannya kepada Baginda Majapahit.

Dalam pertarungan sabung ayam yang sengit tersebut, ayam milik Batara Majapahit kalah lalu terbang kabur melarikan diri dan jatuh ke laut dekat Pantai Muara dan seterusnya menjadi batu yang dikenal dengan nama Pilong Pilongan.

Kekalahan ini membuat Ratu Majapahit malu dan murka lalu ia menyumpahi Mutiara menjadi batu. Akibat sumpah itu, mutiara yang sedang terbang jatuh ke Sungai Brunei dan menjadi batu yang membentuk pulau kecil yang kemudian dikenal dengan nama Lumut Lunting sampai saat ini.

Baca juga ” Mengenal Teknik Pukul Terbang Ayam Bangkok “.

Kedua tempat yang melegenda ini, Lumut Lunting dan Pulau Pilong Pilongan masih abadi dan bisa terlihat jelas hingga saat ini.

Menurut cerita tetua disana, Lumut Lunting dipercaya oleh masyarakat disekitarnya dapat mengisyaratkan jika akan ada kejadian yang menimpa Negeri Brunei. Konon Lumut Lunting akan tiba-tiba hilang jika akan ada peristiwa duka di Brunei. Sementara cerita lain mengatakan Lumut Lunting akan dilanda banjir jika akan ada musibah duka yang menimpa di seluruh Negeri Brunei.

Demikianlah ‘ Kilas Balik Sejarah Sabung Ayam Di Brunei ‘ ini kami sajikan. Semoga bermanfaat dan dapat menambah informasi seputar sabung ayam.